Puisi, Sastra

Riuh Menumpuk Menggaduhkan

Ilustrasi: Shello Bondowoso

Deadline menumpuk berjajar

tiap-tiap tugas tak satu pun bertanda centang

Sedang kepala sibuk

Menguping pertengkaran sesama pikiran~

Riuh, diam, menggaduhkan

Berserakan nada-nada mengerikan

Menjerit-jerit mengundang pertolongan

Memalukan. Lihat, dia! Baju-bajunya kekinian

Postingan-postingan di instagramnya selalu dengan orang terkenal

~Dua kedipan mata kemudian

Benar, mereka saling ikut-mengikuti

Cantik sekali

Aku tak kritis macam aktivis-aktivis

Kalau-kalau ia menjauh, lalu …?

Strata dua dulu atau menikah dulu?

*

Sudah-sudah!

(Dengarkan sekali lagi)

Lihat puisi-puisi nggak-jelas-mu itu

Terdengar riuh-riuh menumpuk bertumpukan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>