Berita, Kampus

Raih IPK Tertinggi, Imaro Sidqi: Kuliah Mengikuti Alur

lpmalmizan.com – Imaro Sidqi, mahasiswa program Hukum Keluarga Islam (HKI) menjadi wisudawan terbaik pada gelaran wisuda sarjana ke-41 IAIN Pekalongan dengan perolehan IPK 3.92. Selama kurun waktu 8 semester, alur kuliah mengikuti apa yang dicarinya.

Imaro, demikian akrab disapa, mengaku senang atas prestasinya, pun insecure tak luput dirasakannya. “Senang karena saya bisa menjadi terbaik, dan insecure karena sebenarnya saya bukanlah apa-apa,” Terang Imaro melalui pesan WhatsApp pada Kamis 19/8

Pria asal Pemalang itu aktif dalam kegiatan organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) HKI, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Debat, Generasi Baru Indonesia (GENBI). Terhitung sejak 2019, Imaro berhasil menyabet lima perlombaan, baik skala institut, provinsi, hingga nasional. Kelima capaian tersebut adalah juara favorit 3 lomba esai festival karya nasional, juara 2 lomba esai hukum syariah se-Jateng, juara 2 lomba karya tulis hukum nasional, juara 1 lomba artikel hukum se-IAIN Pekalongan, dan juara 1 lomba opini nasional.

Demisioner ketua UKM Debat Fakultas Syariah tahun 2020 itu tak jarang mengikuti lomba debat. Pada ajang Mahkamah Konstitusi tahun 2019, timnya berhasil menduduki klasemen finalis. “Prestasi itu ‘kan tidak hanya sebatas angka, tapi bagaimana kita meraihnya dengan maksimal,” Kenang Imaro via sambungan telepon.

Berbagai ajang lomba diikuti Imaro ditujukan untuk mengasah kemampuannya. Pria kelahiran November 1998 itu turut menyebutkan kegiatan lain yang berguna untuk meningkatkan kecakapan diri, seperti ikut seminar nasional atau internasional, menjadi pembicara, latihan menulis, dan membaca kitab.

Didasari wejangan dosen pembimbingnya, Trianah Sofiani, Imaro menuturkan bahwa menjadikan kuliah sebagai prioritas utama tidak akan menjadikan orang hebat. “Justru implementasi dari kuliah itu yang sangat penting,”

“Kuliah mengikuti alur apa yang aku cari.” Imaro menyampaikan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) akan mengejar kita kalau kita punya kemampuan. Kita punya nilai bagus bukan karena kasihan atau karena disukai tapi karena kita punya kemampuan yang besar, pesannya.

Penggagas @islamicjourist_ itu berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. “Yang saya tempuh ini ‘kan hukum Islam, insyaallah ke depan saya ingin mengambil ke jurusan hukum umum. “ Tidak hanya magister, Imaro juga bercita-cita menempuh gelar doktor.

penulis: Niamil Jannati

editor: Erna Hidayah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>