Puisi, Sastra

KASIH YANG DALAM

ilustrasi: Arif Sopan

.

Makhluk pilu yang mengingat sendu

Menghilangkan tawa di kala duka

Merasa sendiri di muka bumi tanpa henti

.

Insan lelah, takut kalah

Salah

Sayah

Dan payah

.

Menepilah, dari ribuan manusia yang lalu lalang pergi

Tenanglah, dari suara bising tak dikenali

Pulanglah, ke ruang sepi yang menyimpan histori

.

Kala sunyi menyelimuti

Gelap pekat dihiasi titik cahya mungil

Bumantara menebarkan pesona

Sepertiga malam banyak orang menyebutnya

.

Awak mungkin saja lupa, namun

Dia masih mengingatnya

Awak bisa kapan pun pergi, tapi

Dia masih saja menanti

Menerima ketika awak ingin kembali

.

Rasanya mana mungkin ada kasih semacam itu

Memberikan waktu luang

Menjanjikan kebersamaan

Menghadiahkan ketenangan

.

Namun, nyatanya kenyataan selalu menepiskan

Bahwa bukan sebatas janji yang diberikan

Segala pinta pun terbalaskan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>