Resensi

Bekal Bergizi Temukan Makna Bahagia

Foto by Nur Hidayah
Judul                : HAPPY WOMEN Saya Bahagia Hari Ini, Esok, Seterusnya, Sampai Selamanya
Penulis              : Maria Fenny
Penerbit             : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit               : 2020
Tebal                : 153 halaman
ISBN                 : 978-602-06-3636-8
Jenis buku           : Self-Improvement

Jujur ketika saya membaca bab pertama buku karya Maria Fenny ini agaknya saya merasa malas karena judul bab pertama sudah membuat saya overthinking. Bagaimana tidak? Pertanyaan “Apa kebahagiaan itu?” sudah tersaji dibagian bab pertama. Rasanya malas sekali untuk melanjutkan buku bacaan tersebut. Namun, nyatanya pertanyaan tersebut menimbulkan kegelisahan batin saya untuk segera menyantap seluruh isi buku ini.

Saya yakin semua orang di muka bumi ini ingin bahagia. Kata “Bahagia” memang banyak sekali definisinya ada yang bilang bahagia itu ketika bisa berkumpul dengan keluarga, ada juga yang merasa bahagia karena cinta dan bahkan tidak sedikit juga yang belum menemukan kebahagiannya. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menemukan makna kebahagiaan Anda? Sesuai dengan judul bukunya, tentu saja sang penulis ingin mengajak pembaca khususnya wanita untuk menjadi perempuan bahagia. Maria Fenny, sang penulis buku “Happy Women” bukan tanpa alasan menulis hal ini. Didasari oleh pengalaman pribadi dan orang-orang yang pernah ia temui. Bahasa yang mudah dipahami dan tidak hanya sekadar teori kebahagiaan belaka. Tetapi juga akan menantang Anda untuk mempraktikkan agar kebahagiaan yang selama ini anda cari akan tercapai.

Buku “Happy Women” ini tersaji dalam lima bab yang menjadi makanan bergizi dan mengenyangkan batin. Penulis menyajikan Insight yang terdapat di setiap akhir bab satu sampai empat. Insight  bab pertama berisi beberapa pengertian dan makna kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan proses internal yang ada dalam diri Anda, bukan dari faktor eksternal. Jika Anda ingin bahagia, milikilah konsep dasar bahwa kebahagiaan ditentukan oleh pikiran dan perasaan Anda sendiri. 

Sebagai bahan refleksi anda juga akan diajak mengingat-ingat dan menuliskan sebanyak mungkin kebahagiaan yang pernah Anda rasakan, alami, atau pikirkan dalam hidup ini. Kemudian anda akan diajak membuat jurnal kebahagiaan masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa dalam bentuk tabel. Setelah itu penulis akan mengajaknya untuk membaca jurnal kebahagiaan yang Anda tuliskan sendiri. Bersyukurlah atas kebahagiaan yang Tuhan berikan kepada Anda.

Bab kedua, Anda akan diberi wawasan beberapa hal yang dapat membuat Anda sulit merasa bahagia seperti tidak pernah merasa puas, berpikiran buruk, tidak dapat menerima kenyataan hidup, iri hati dan membandingkan keadaan dengan kehidupan orang lain, hidup dalam trauma dan luka masa lalu, merasa rendah diri, hidup tanpa tujuan, stres dan beratnya beban hidup, dan tamu bulanan yang tak bersahabat.

Refleksinya, pembaca akan melakukan tes kecil kebahagiaan yang disuguhkan dengan tujuh pertanyaan. Jawabannya dituliskan  dengan range skala 1 (selalu) sampai 5 (tidak pernah). Jika total skornya 14-5 artinya Anda belum bahagia, skor 24-15 artinya Anda harus meningkatkan leve bahagia Anda, dan skor 35-25 berarti kebahagiaan sudah menjadi kebiasaan dalam hidup Anda. Insight pada bab tiga disuguhkan pengetahuan tentang pengaruh kondisi mental terhadap kebahagiaan, menghitung hal baik yang Anda terima, seberapakah  anda bahagia?, formula kebahagiaan, berjuang untuk memperoleh kebahagiaan, dan berfokus pada tujuan suci. Setelah menyelesaikan bab empat penulis berharap pembaca dapat memahami dan mengkristalkan dua belas kunci kebahagiaan dalam benak, hati, dan bahkan sel-sel tubuh Anda.  Selain itu juga pembaca akan diajak terapi afirmasi diri, penerimaan diri, menulis dan melakukan tantangan proyek 20 hari menjadi bahagia.

Didalamnya Anda diajak merenung, menuliskan mimpi-mimpi dalam buku impian Anda dan menambahkan gambar-gambar yang mewakili situasi dan impian Anda. Menyimpan buku impian pada tempat yang sering terlihat, membaca dan membayangkannya setiap malam jelang tidur, ketika pagi dan sesering mungkin.

“Hanya sedikit yang diperlukan untuk mewujudkan hidup bahagia, semuanya ada dalam diri Anda, dalam cara berpikir Anda.”- Marcus Aurelius.

Bagian yang menarik lainnya dari buku ini adalah pada setiap bab dan sub-bab terdapat quotes-quotes tentang hidup dan kebahagiaan yang membuat pembaca tidak akan merasa bosan. Kutipan-kutipan tersebut bisa Anda foto lalu bagikan ke story media sosial atau mengutip quotes tersebut sebagai caption foto Anda.

Pada halaman 68-69 Anda akan diajak penulis untuk membuat level kebahagiaan yang tujuannya untuk mengembangkan level kesadaran Anda supaya menjadi bahagia. Seberapa bahagiakah Anda? Setelah membuat daftar level kebahagiaan, Anda akan bisa menganalisis seberapa banyak Anda merasa kurang bahagia. Pada bagian ini penulis membagikan formula kebahagiaan dari temuan ilmiah yang dirumuskan sebagai berikut:

K= S + KK + A

K= Kebahagiaan S= set poin KK= Kondisi Kehidupan A= Aktivitas sukarela

Set poin kebahagiaan memiliki persentase 50%, aktivitas kebahagiaan 40%, dan kondisi kebahagiaan 10% dari kebahagiaan Anda secara keseluruhan.

Setelah menerima tantangan bab sebelumnya, pada setiap sub-bab bab empat. Anda diajak berkomitmen pada diri sendiri untuk menjadi bahagia. Komitmen pribadi disajikan dengan format yang simpel. Tidak hanya itu, Maria Fenny juga membagikan resep kebahagiaan instan dan memberi daftar referensi lagu pemompa kebahagiaan yang bisa Anda dengarkan saat membaca buku Happy Women ini.  Pada bab terakhir Anda akan diajak tertawa bersama  dunia, penulis menantang pembacanya untuk membuat komunitas kebahagiaan, mengunggah hal-hal positif, yang membahagiakan, dan lucu yang dapat membuat orang lain  turut merasakan kebahagiaan.

Kekurangan dari buku ini adalah ketika penulis menyapa pembacanya dengan sebutan ‘Sahabat Wanita’ menurut saya sangat monoton. Meski begitu, tidak terlalu berpengaruh karena kelebihan buku ini lebih banyak daripada kekurangannya. Sebagai penikmat kata yang sudah menjadi karya, ada banyak poin positif yang saya tangkap. Salah satu kesan setelah membaca buku ini saya merasa lebih lega dan sadar bahwa kebahagiaan itu harus diciptakan oleh diri kita sendiri. Buku ini cocok untuk anda yang masih belum tahu makna bahagia, terutama untuk wanita dan cocok buat Anda yang baru saja putus cinta yang rasanya seakan-akan tidak bisa bahagia tanpa dia.

Editor:

Muhammad Labidn Nufus

Puput Lidya Sari




One comment

  1. 1

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>