Berita, Kampus, Pekalongan

Kepanitiaan PBAK Tak Sesuai UU PM IAIN Pekalongan

lpmalmizan.com– Menjelang pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) dilakukan pendaftaran panitia pelaksana dari pihak mahasiswa yang ditampung oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA – I). Dalam kepanitiaan PBAK tidak hanya dari unsur Mahasiswa, Dosen dan karyawan juga menjadi panitia dalam ajang tahunan ini. PBAK tahun ini kembali dilaksanakan secara online dengan jumlah panitia 92 orang.

Berbeda dengan tahun 2020, dalam pendaftaran panitia PBAK dari pihak DEMA-I melakukan permohonan delegasi 2 orang secara tertulis kepada masing-masing Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Namun, di tahun ini tidak dilakukan hal tersebut karena PBAK dilaksanakan secara online sehingga tidak membutuhkan panitia yang banyak. Pernyataan tersebut Al-Mizan dapatkan dari Ketua DEMA-I 2021, Riril Widi Handoko.

“Tahun ini PBAK dilaksanakan secara online, jadi panitia yang dibutuhkan tidak sebanyak saat offline. Oleh karena itu, kami tidak melakukan permohonan delegasi pada setiap Ormawa,” tuturnya temui di Kantor DEMA-I. Senin, (30/8/2021).

Selain itu, ia mengungkapkan alasan lain terkait tidak adanya undangan delegasi secara resmi untuk Ormawa. “Kita tidak mengirimkan undangan delegasi karena tidak ingin membuat sakit hati jika tidak lolos seleksi.” Jelasnya.

Kebijakan tanpa delegasi panitia pelaksana dari Ormawa sebenarnya tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemerintah Mahasiswa Nomor 10 Tahun 2018 Tentang PBAK pada BAB V yang menjelasakan Panitia Pelaksana PBAK pasal 5 ayat 2 dan 3:
– Ayat 2 “Kepanitiaan adalah Kabinet DEMA-I dan delegasi seluruh kelengkapan organisasi Pemerintah Mahasiswa IAIN Pekalongan yaitu DEMA-F, HMJ, UKK, dan UKM
– Ayat 3  “DEMA-I merekomendasikan mahasiswa untuk menjadi Panitia Pelaksana dengan ketentuan 1/8 dari jumlah seluruh panitia pelaksana.”

Menyikapi hal tersebut, dari Panitia Pengawas (Panwas) PBAK 2021 yang terdiri dari SEMA I tidak mengetahui mekanisme ataupun kriteria seleksi panitia PBAK. “Untuk tahap lolos atau tidaknya itu 100% dari hak DEMA Institut. Kriterianya seperti apa itu disesuaikan dengan kebutuhan.” Ungkap Mia selaku Panwas PBAK. Senin, (31/8/2021)

M. Mukhlis, Ketua SEMA-I 2021 Membenarkan bahwa persiapan PBAK tahun ini kurang terbuka baik dari  konsep acara hingga penyeleksian panitia. “Sudah 3 bulan sebelum pelaksanaan PBAK, saya sudah tanya dengan DEMA-I untuk konsepnya bagaimana, namun tidak ada jawaban sama sekali sampai sekarang ini. Untuk tahap seleksinya, yang berwenang hanya DEMA-I, sedangkan SEMA-I hanya sebagai pangawas saja.” Terangnya.

Al-Mizan juga mencoba untuk konfirmasi ke Pihak Kampus terkait persiapan PBAK. Namun ketika kami menghubungi Kabiro. AUAK, Ferimeldi melalui pesan WhatsApp, ia menyarankan Al-Mizan menghubungi Muhlisin, Wakil Rektor III. Namun hingga tulisan ini diterbitkan, pihak kampus tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang kami ajukan.

Pihak DEMA-I meminta maaf jika tidak sesuai keinginan, terutama terhadap ORMAWA tidak adanya permohonan delegasi. “Saya minta maaf, atas kebijakan ini. Tidak ada kebijakan yang sesuai dengan harapan. Namun kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujar Riril.

Reporter: Miftahur Rizqi

Editor : Daniel Alif

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>