Berita, Puisi, Sastra

Suatu Hari di Arabasta

Arabasta, nama sebuah kota

Dihuni para kurcaci

Dipimpin oleh kaumnya sendiri

Tapi planet lain yang mengintervensi

Ia bebas kemana saja

namun…

Kakinya dibelenggu peraturan baja

Mulutnya dikunci pasal-pasal suci

Otak para penghuni asli yang tumbuh secara organik

Mereka pangkas menjadi bonsai,

Hidup memang, tapi kerdil

Kota Arabasta ibarat perempuan suci

Tak tersentuh tekhnologi

Tak tersentuh modernisasi

Tak tersentuh informasi

Suci bukan?

Mereka diisolasi

Dari akses media informasi

Hak asasi

Dan pergerakan organisasi

Arabasta

Penduduknya ingin berontak

Tapi kata-katanya hanya sampai otak

Arabasta

Penduduknya ingin lari

Tapi kakinya dikebiri

Sayangnya Dewa-dewa di dalam liga organisasi

Yang identik pembela dan juru selamat

Otaknya ikut-ikutan dibonsai

Bersolawatlah para penduduk Arabasta

Agar mendapat syafaat-Nya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>