Puisi, Sastra

Bersampul Karangan Bunga

Bersampul karangan bunga untuk keabadian

Detak jantung menjelma perang memenuhi benak kalbu

Siang dan malam,

Hari-hari dipenuhi kekhawatiran

Dipanjatkannya doa-doa untuk kebaikan

Malam petang,

Dimakamkannya dalam kesunyian

Sanak keluarga melihat dari kejauhan

Menghantarkan kepergian

Didendangkan puisi menuju ke haribaan-Nya

Sesaat, lantas pergi

Menerka takdir esok hari

Melantunkan doa pada sang ilahi

“Semoga esok masih sempat melihat dunia kembali.”

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>