Berita, Kampus

Rekruitmen Terbuka Panitia PBAK 2019 Kurang Antusias

Sebanyak 165 panitia Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) untuk mahasiswa baru IAIN Pekalongan 2019 sudah resmi dirilis pada Selasa, (16/7). Jumlah tersebut sudah termasuk dengan pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) dan panitia terpilih. Pemilihan panitia tersebut dilaksanakan dalam dua tahap seleksi, yaitu tahap pemberkasan dan tahap wawancara.

”Seleksi kepanitiaan yang kami lakukan ada dua tahap. Pertama, tahap pemberkasan, yaitu mereka (baca: peserta rekrutmen) mengumpulkan berkas. Berkasnya meliputi fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), fotocopy sertifikat PBAK, dan mengumpulkan karya tulis ilmiah berupa essai atau artikel. Lalu tahap kedua yaitu wawancara.” Papar Eko Pradipta, selaku steering commitee (SC).

Ahmad Fatoni, selaku Ketua Pelaksana PBAK menambahkan jika syarat-syarat menjadi panitia PBAK selain itu antara lain minimal sudah sampai semester 4, pernah mengikuti pelatihan kepemimpinan dasar (PKD), dan juga dilengkapi dengan surat KIR dari dokter.

Susunan panitia yang terdiri dari seksi acara, seksi konsumsi, seksi perlengkapan dan dekorasi, seksi publikasi dan dokumentasi, keamanan, kesehatan kemudian panitia pendamping (panping) tersebut dibentuk melalui perekrutan terbuka.

Perekrutan tersebut dimulai pada pertengahan Juli dengan cara menyebarkan pengumuman maupun pamplet via media sosial, seperti instagram, website, maupun whatsapp. Selain itu, khusus bagi anggota atau pengurus UKM, UKK, HMJ, DEMA dan SEMA diberikan surat delegasi.

Dalam proses perekrutan tersebut, Eko Pradipta Kurnaedi selaku steering commitee (SC) memaparkan jika perekrutan dibagi dalam dua jalur, yaitu jalur umum dan jalur khusus.
”Proses perekrutan panitia ini ada dua jalur. Pertama, jalur umum, yaitu untuk mahasiswa pada umumnya dan tanpa harus diberi surat delegasi. Kedua, yaitu jalur khusus, untuk anggota maupun pengurus UKM, UKK, HMJ, dan DEMA Fakultas.”

Salah satu peserta rekrutmen terpilih, Fiya Azmi, mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Arab semester 7 menyatakan jika proses maupun persyaratan yang diajukan untuk menjadi panitia PBAK tahun ini masih sama dengan tahun lalu. Beliau juga menjelaskan jika ini kali keduanya menjadi panitia PBAK. Saat ditanya alasannya, Fiya menyatakan jika ia memang suka dengan berbagai kegiatan.

”Saya emang suka dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, baik di kampung maupun di kampus bahkan di sekolahanku dulu. Saya merasa harus terlibat, entah jadi team inti atau sekedar ‘rewo-rewo’, karena kalau sekedar duduk di bangku kuliah itu masih kurang. Di sini saya memiliki peluang untuk melatih diri mulai dari bercakap, berinteraksi, mengatur, bertanggung jawab, dan lain-lain. Dan prinsip saya ketika ada kegiatan apapun saya nanti harus terlibat di dalamnya entah itu kapan waktunya. Dan sekarang adalah waktunya berpartisipasi langsung, mumpung pihak DEMA-I menawarkan kepada mahasiswa umum.” ujar Fiya, salah satu panitia dari seksi acara.

Sejalan dengan pemikiran Fiya, Fatoni mengungkapkan jika ikut berpartisipasi menjadi panitia PBAK memiliki keuntungan tersendiri. ”Keuntungan yang diperoleh dari menjadi panitia PBAK ini memang tidak bisa dikatakan dalam.bentuk materiil, karena memang ada semacam “kepuasaan” tersendiri bagi para panitia yang terlibat langsung dalam acara dengan jumlah peserta hampir 2.500 orang. Di samping itu, keterlibatan ini merupakan ajang pengasahan kedewasaan. Karena menjadi panitia PBAK harus menekan ego masing-masing demi suksesnya acara tersebut.”

Disamping menjadi ajang untuk melatih kedewasaan, para panitia PBAK juga turut diberikan uang ‘honor’ karena telah secara sukarela menjadi panitia. ”Memang benar ada uang honorarium bagi panitia. Jumlahnya sendiri memang tidak terlalu besar, yaitu sekitar seratus ribu untuk tiga hari masa PBAK. Dan nominal tersebut masih sama dengan panitia tahun lalu.” papar Fatoni.

Perihal kabar kurang antusiasme mahasiswa dalam perekrutan, Eko tak menampik maupun membenarkan berita tersebut.

”Kalau dinilai kurang antusias, tidak semuanya begitu. Untuk jalur umum sendiri, tidak semua fakultas itu tidak antusias, contohnya yaitu Fakultas Tarbiyah, itu banyak yang daftar. Kalau FEBI terus Fakultas Ushuluddin memang agak kurang antusiasmenya Lagipula karena perekrutan panitia ini bersifat sukarela atau volunteer. Dan dari pihak DEMA-Institut sendiri sudah memberikan info mengenai mekanisme dan persyaratan perekrutan panitia dari jauh hari. Kalau dari jalur khusus, memang ada beberapa lembaga kampus, seperti UKM dan UKK yang tidak mengirimkan delegasinya dan ada juga yang mengirimkan satu. Tapi meskipun begitu, alhamdulillah perekrutan tetap berjalan lancar.”

Calon mahasiswa baru yang akan mengikuti PBAK pada 14-16 Agustus tersebut akan didampingi oleh 60 kelompok panitia pendamping (panping) dari semua fakultas.

”Panitia pendamping (panping) untuk mahasiswa baru ada 60 kelompok. Itu terdiri dari keempat fakultas, yaitu FTIK sebanyak 24 kelompok karena memang mahasiswanya yang banyak. Lalu FEBI 13 kelompok, FUAD 12 kelompok, sama FASYA 11 kelompok.” tambah Eko.

Penulis: Rofita Ningsih

Reporter: ft/pt

Komentar