Resensi

Buku (Anti) Motivasi Soal Makna Hidup

Judul               : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Penulis             : Mark Manson

Penerbit           : Grasindo

Terbit               : Januari 2018

Tebal               : 246 halaman

ISBN               : 978-602-452-698-6

Buku yang ditulis oleh Mark Manson ini setahun terakhir banyak diperbincangkan orang-orang. Menampilkan judul buku yang cukup sensasional menjadikan buku ini memiliki daya tarik yang membuat siapa pun dilanda rasa penasaran untuk membacanya. Dikategorikan sebagai buku pengembangan diri, Manson ingin mengajak pembacanya mengenal lebih jauh segala permasalahan hidup yang sering kali timbul dari diri sendiri.

Manson menempatkan dirinya sebagai teman yang seolah-olah tengah berinteraksi langsung dengan pembaca bukunya. Alih-alih menggunakan bahasa layaknya motivator yang selalu membuaikan, Manson justru berbicara apa adanya dan lugas bahkan cenderung vulgar.

Disajikan dalam sembilan bab, buku ini mengulas bagaimana seseorang bisa lebih baik dalam menjalani hidup. Seperti judulnya, Manson memberikan beberapa seni untuk bersikap bodo amat pada hal-hal yang pada dasarnya tidak perlu menyita banyak pikiran. Bodo amat menurut Manson bukan berarti menjadi acuh tak acuh melainkan sikap untuk berani menjadi berbeda dan nyaman saat menjalaninya. Sikap Bodo amat adalah kondisi dimana seseorang memiliki hal-hal prioritas untuk dipedulikan. (hlm.19)

Lebih jauh Manson banyak membicarakan dirinya sendiri yang merupakan bagian dari pengalaman berharga yang telah ia jalani beberapa tahun terakhir. Dahulu dirinya hanya pemuda yang selalu membuat masalah. Jika dilihat dari perjalanan hidupnya Manson tidak memiliki sesuatu istimewa dalam dirinya. Akan tetapi dari pengalaman buruk yang telah ia lewati Manson berhasil memberikan perspektif berbeda tentang membangun pribadi yang lebih kuat dari rentetan penderitaan yang ia terima di masa lalu. Tak ayal jika Manson menyisipkan pesan untuk tidak menghindari penderitaan itu sendiri ketika menghadapi sebuah masalah.

Manson memberikan orientasi berbeda mengenai kebahagiaan dan ia menyebutnya dengan hukum kebalikan. Menurutnya menginginkan pengalaman positif adalah sebuah pengalaman negatif, sedangkan menerima pengalaman negatif adalah sebuah pengalaman positif. Baginya  untuk menjadi bahagia tidak melulu harus mengejar pengalaman positif.

Seperti halnya yang sering digaungkan motivator dimana mereka membimbing kita untuk terus berpikir positif pada apapun yang terjadi dan menyangkal pengalaman negatif itu sendiri. Padahal bagi Manson hal itu hanya ilusi yang dijejalkan pada otak kita. Mau menerima hal buruk yang terjadi pada diri kitalah yang justru merupakan bentuk positivitas pada diri sendiri.

Kebahagiaan merupakan suatu bentuk tindakan (kegiatan), bukan sesuatu yang diam-diam diberikan kepada kita (hlm.36). Jika ingin memperolehnya maka berusahalah untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada. Maka dari itu Manson menekankan agar kita tidak menyangkal adanya masalah yang datang pada setiap manusia.

Banyak seni yang diajarkan oleh Manson yang bisa dijadikan problem solver bagi pembacanya. Buku ini terasa hidup karena argumen di beberapa sub bab yang dijelaskan oleh penulis selalu memiliki rujukan nyata entah dari pengalamannya sendiri maupun dari kisah tokoh-tokoh terkemuka seperti Pete Best ‘The Beatles’, Dave Mustaine ‘Megadeth’, Malala Yousafzai, William James, dan lain-lain. Sehingga pembaca semakin diyakinkan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Manson.

Mark Manson memiliki pemikiran yang mendalam atas dasar pengalaman hidup yang telah dijalani dan pembelajaran dari lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu ia berani mengemukakan argumen yang berbeda dari pendapat umum.

Segala yang disampaikan Manson pada dasarnya motivasi akan tetapi ia kontradiktif dengan jargon-jargon motivasi mainstream yang selama ini lumrah diperdengarkan di khalayak umum. Hal itulah yang akan membuat pembacanya berpikir buku tersebut mind blowing. Tak ayal pula Manson sukses menggaet 2 juta pelanggan untuk blognya.

Tidak hanya sekedar menampilkan ‘masalah-masalah’ keseharian, Manson juga memberikan langkah-langkah mengatasi masalah tersebut. namun bukan berbentuk seperti halnya tutorial. Langkah-langkah yang dimaksud melebur dalam narasi yang disampaikan pada setiap babnya. Sebuah seni untuk bersikap bodo amat menjadi buku yang mampu membangun kembali psikologi seseorang menjadi lebih baik ketika seseorang menemui titik terendah dalam hidupnya.

Komentar