Puisi, Sastra

Muharam

Muharram

Pada cerita-cerita yang tak usang

Legenda dari nenek moyang

Katanya hari ini adalah haram

bahwa, darah-darah tak boleh tumpah

seluruh kepala dalam aman

Maka masing-masing hati menjadi lemut dan penyayang

Amarah dan ego turut karam

para yatim dan piatu ber-riaya

Helai rambut di kepalanya dibuai tangan-tangan

penuh cinta

Katanya tiga puluh ruas tanggal yang kan datang

bernama muharam

Yang pada kemudian kusaksi

Pawai-pawai di seluruh juru

gunungan hasil bumi,

tumpeng-tumpeng, nasi kuning ditata rapi

Do’a-do’a ditabur pada angkasa biru

ratusan raga membawa jiwa nan khusyu

berkomat-kamit merapalkan dzikir

sembah syukur atas tahun yang berakhir

tengadah pinta akan hari yang baru lahir

Seluruhnya

Bertumpah ruah dalam damai

Pada lapangnya guyup

yang selalu sejuk dihirup

Pekalongan, 11 September 2018

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>