Puisi

Membusuk dalam Sunyi

Photo by: kompasiana.com

Sunyi kini menjadi teman, kala gelap menghiasi langit
Menelan jutaan bintang,
Yang menjadikannya terlalu pekat untuk dikenang
Hanya ada bayanganmu, dan imajinasi yang terus mencengkramku tanpa jeda
Menamparku jatuh, di jurang pilu
Menyesatkanku diujung rasa, tanpa jalan tuk kembali
Yang menjadikanku gila,
Membusuk dalam kesunyian
Tanpa canda tawamu, yang mulai asing kudengar,
Bahkan tak bisa kunikmati lagi
Entah akan berakhir seperti apa kisah ini
Aku akan tetap mencintamu. Mendekapmu dalam bait rindu,
Sunyi tanpa nada yang menjadikanya tak ternilai

Aku ingin pergi, hilang bersama gelap
Namun, waktu memaksaku tinggal,
Menumbuhkan rasa yang mengerogoti hati
Hingga mati,
Membusuk,
Dan tiada lagi.

 

Zainal Mustakim

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>