Puisi, Sastra

Layang Pilu

Source image: katapernikahan.com

Terpita pendar pengharapan, seonggok rindu dalam depakan

Berhambur menuju nirwana impian

Entah berapa panjang lagi detik terelakkan, menit dihempaskan

Kebisuan hati, kevakuman asmara diretakkan khobar

Hilir masa melara didera kisruh.. Mata batin nanar

Semua ku lenakan sebab layang yang berlayar

 

Amplop berwaru-waru melagu sayu

Mimpi indahku tak lagi bebas menuju bait jumpa

Debar gulana maha dahsyatnya

Berderet petir mendera dada, menyambar dengan gamblangnya

Lantakkan rasa di gelandang cita bertahta

Antah rasaku puritan… Badai turun maha derasnya

 

Langit setiaku runtuh.. hancur berkeping..

Meganya tak lagi rapih menguning

Ingin segera ku bakar kenang, bersama layang pilu pengukung

Ingin segera ku pulangkan mimpiku nun bebas tak terbendung

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>