Resensi, Sastra

Becik Ketitik Ala (sing ora) Ketara

Judul                          : Room 7

Genre                         : thriller, mystery

Sutradara                   : Lee Yong Seung

Penulis Naskah          : Lee Yong Seung

Negara                       : Korea Selatan

Durasi                        : 94 Menit

Rilis                            : November 2017

Becik ketitik ala ketara itulah ungkapan pepatah yang cukup fenomenal di tanah Jawa yang artinya kebaikan akan dimengerti dan kejelekan akan terungkap. Tetapi hal itu seolah tidak berlaku dalam film Room 7. Film yang bergenre thriller besutan sutradara  Lee Yong Seung ini memiliki alur cerita yang cukup unik. Lee Yong Seung yang juga merangkap sebagai penulis naskah menyajikan sebuah kisah yang sedikit berbeda dari biasanya. Tentunya juga cukup membuat rancu pepatah jawa yang tertulis di atas. Pasalnya menurut ‘keyakinan’ orang Jawa segala kebaikan pasti akan dimengerti dan dihargai orang, sebaliknya kejelekan macam apapun dan serahasia apapun pasti akan terungkap juga.

Berawal dari Doo Shik seorang pemilik tempat pemutaran DVD dengan nama Hollywood yang diperankan oleh aktor Shin Ha Kyun ingin menjual bangunan tempat usahanya, karena dirasa tempat pemutaran DVD tidak banyak memberikan untung padanya. Belum lagi ditambah masalah uang sewa bangunan yang belum ia bayarkan. Maka Doo Shik berpikir jika menjual tempat tersebut adalah sebuah solusi. Di tempat usahanya ia memiliki dua orang karyawan yang bernama Tae Jung (Do Kyung Soo) dan Han Wook (Kim Dong Young).

Tee Jung adalah seorang pemuda miskin yang mengambil cuti kuliah. Ia bekerja di tempat pemutaran DVD milik Doo Shik untuk menyambung hidupnya. Namun karena sedikitnya pemasukan di tempat usaha Doo Shik, hal itu berimbas pada gaji yang diterima Tae Jung. Akan tetapi Tae Jung masih bertahan hingga datang seorang karyawan baru yang bernama Han Wook. Doo  Shik merekrut karyawan baru yang bertugas untuk bersih-bersih. Selagi menjalankan usahanya yang sepi Doo Shik menemui seorang agen real estate yang dahulu menawarkan bangunan dan usaha DVD pada Doo Shik untuk menjual bangunan tersebut.

Dengan kondisi tempat yang cukup minimalis bisnis DVD milik Doo Shik sepi pelanggan. Tae Jung yang butuh pemasukan lebih guna membayar hutang pada akhirnya memilih untuk mencari alternatif pekerjaan lain. Ia bertemu dengan salah seorang bandar narkoba di markas milik mereka. Tae Jung akan diberi upah jika ia sanggup menyimpan narkoba yang dititipkan padanya selama 10 hari. Mengerti tindakannya ini sangat beresiko tetapi Tae Jung tetap menyanggupinya. Ruang 7 yang ada di tempat pemutaranDVD dipilihnya untuk menyimpan barang haram tersebut. karena ia tahu jika ruang 7 tak pernah digunakan oleh pelanggan.

Setelah dibantu oleh agen real estate akhirnya ada seorang klien yang ingin menawar bangunan tersebut. Doo Shik cukup senang akan hal itu. Keesokannya pada saat akan bersih-bersih Han Wook melihat jika plafon tempat tersebut bocor. Ia mengadukan hal ini pada Doo Shik, dan kemudian Doo Shik menyuruhnya untuk membersihkan air yang menetes di lantai. Kejadian insiden berikutnya berlangsung tiba-tiba.  Ketika Doo Shik tengah berbicara di telepon ia mendapati suara orang terpental jatuh dan listrik di tempat tersebut seketika padam.

Han Wook tergolek tak berdaya. Doo Shik mencoba memastikannya dan tak disangka ternyata Han Wook sudah tak bernafas. Melihat mayat di depannya Doo Shik tak dapat bepikir jernih. Sama seperti manusia pada umumnya yang akan dilanda panik saat berada dalam situasi genting. Doo Shik tak ingin ada yang mengetahui insiden ini dan tak ingin semuanya menjadi runyam. Ia menyeret mayat Han Wook dan memasukannya ke ruang 7. Menutupinya dengan karung dan menyenderkannya di pojokan ruang tersebut.

Bak seorang kriminal Doo Shik tak pernah tenang menjalani hari-harinya. Ia selalu gugup dan sensitif dengan hal-hal yang menyangkut tempat usahanya. Terlebih saat tempat pemutaran video tersebut disatroni oleh seorang detektif kepolisian. Ia selalu mencoba mengalihkan perhatian sang detektif manakala ingin membuka ruang 7. Mengerti jika tempatnya bekerja didatangi detektif dari kepolisian, Tae Jung ingin memindahkan narkoba titipan yang ia simpan di ruang 7. Langkahnya terhenti saat mendapati ruang 7 tiba-tiba dikunci rapat.

Dengan sedikit usaha ia mencoba membuka pintu tersebut. Melihat Tae Jung berdiri di depan pintu ruang 7, Doo Shik seketika menghampirinya dengan raut yang sedikit emosional. Tae Jung beralasan jika ia ingin membenahi kunci pintu ruang 7. Akan tetapi lambat laun Tae Jung mencurigai gerak-gerik Doo Shik. Hingga  pada suatu malam saat dirinya akan pulang selepas bekerja ia diam-diam memerhatikan Doo Shik yang tengah mengeluarkan sesuatu dari balik ruang 7.

Sampailah pada pertengkaran ketika Doo Shik mengetahui ruang 7 dibuka oleh seseorang yang ternyata dia adalah Tae Jung karyawannya sendiri. adu fisik sempat terjadi hingga Doo Shik mengajak Tae Jung berdamai. Ia akan mengembalikan obat-obatan terlarang tersebut pada Tae Jung jika ia juga membantu dirinya memindahkan mayat Han Wook dan menjaga semua rahasia yang telah ia lihat.

Dari sinilah sebuah nilai moral akan realitas kehidupan ditampilkan. Pergolakan batin yang terus menolak ketika laku yang  diperbuat tak sesuai dengan kehendak nurani. Hal ini yang coba disampaikan penulis naskah, Lee Yong Seung. Menutupi segala keburukan nyatanya tak pernah membawa ketenangan dalam hidup. Itulah konsekuensi yang akan diterima jika manusia memilih untuk menghindari kejujuran.

Meskipun tidak secara eksplisit menjelaskan bagaimana akhir dari kisah film di atas. Konflik batin yang dimainkan dua pemeran utama tersebut cukup mampu memberi penonton sebuah kesimpulan yang bisa ditarik sebagai benang merah. Pilihan untuk sama-sama menjadikan konflik utama sebagai rahasia mampu mematahkan pepatah Jawa di atas. Yaitu adakalanya kejelekan akan tetap tertutup jika ia disandingkan dengan sebuah kepercayaan. Sama seperti Doo Shik yang memilih rahasianya dipegang oleh Tae Jung. Begitu pula sebaliknya.

Meskipun telah lama dirilis tetapi film Room 7 agaknya tak mengenal waktu untuk tetap ditonton. Mengingat nilai-nilai yang diusung dan disuguhkan melalui ceritanya yang menarik. Dalam situs IMDb (Internet Movie Database) bahkan memberikan rating 5,8 untuk film ini. Pada awal kemunculannya film Room 7 sempat menjadi box office di negara asalnya. Walaupun di beberapa adegan memerlukan detail penjelasan hal itu tak mengurangi kesan cerita di film ini yang mana sebagai perantara penyampaian value kepada penonton.

 

 

 

Komentar