Resensi

Menyelami Kiamat Lewat Fiksi

Kiamat

Judul Buku : Kiamat
Penulis       : Sugeng Prayitno, A.Md, dkk.
Penerbit     : PT Trigenda Karya
Jenis Buku  : Fiksi
Cetakan      : Cetakan Kedua, 2000
ISBN           : 979-8422-80-5
Tebal Buku : 74 Halaman

Buku ini mengisahkan pada tahun 2114, dimana kehidupan dunia semakin modern. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak mengubah kehidupan manusia menjadi serba canggih. Seseorang hanya memerlukan tabung terminal untuk menuju suatu tempat. Didin dan teman-temannya adalah sekelompok remaja yang memiliki daya intelektual tinggi. Mereka hidup di zaman atmosfer yang telah terkontaminasi gas CFC. Bahkan atmosfer Antartika telah teracuni gas Carbon akibat penggunaan kemasan Aerosol dan gas untuk mesin pendingin beberapa puluh tahun silam.

Dikisahkan berbagai tanda bencana mulai nampak. Suatu ketika, kabar mengejutkan datang dari Badan Antartika Dunia. Bahwa pada 8 November 2114 bumi akan bertabrakan dengan Asteroid Carry yang berdiameter 500km dan menyebabkan bumi mengalami kiamat sebagian. Sejak menerima informasi itu pada tanggal 13 Januari 2114, beberapa teknologi diciptakan untuk penyelamatan diri ketika Asteroid Carry menghantam Bumi.

Buku ini menceritakan adanya teknologi Bola Kehidupan untuk penyelamatan Didin dan kesepuluh temannya. Bola Kehidupan adalah satu-satunya teknologi yang dapat menyelamatkan manusia dari Asteroid Carry. Bola Kehidupan mencatat getaran yang terjadi sebesar 256 skala Richter. Bumi hancur setelah jatuhnya Asteroid Carry. Suhu rata-rata bumi mencapai 140C. Pada pukul 15:00 hari mulai gelap dan pukul 21.00 matahari mulai muncul. Kehidupan yang dahulu serba modern dan canggih kembali menjadi kehidupan yang primitif akibat hancurnya Bumi.

Bahasa yang sederhana dengan mencampurkan berbagai bahasa ilmiah serta mengkisahkan penerapan ilmu pengetahuan dengan kejadian-kejadian alam semesta menjadi daya terik tersendiri buku fiksi ini. Hanya saja, penggunaan beberapa bahasa asing seperti MAPO, IPGO, NASA, UNAS Group, dan yang lainnya sedikit mengganggu pembaca karena harus sesekali melihat ke footnote untuk mencari makna dari kata tersebut.

Resensi Buku “Kiamat”, Karya Sugeng Prayitno.

By Ana Risqiana

Komentar