Resensi

Bertaruh Nyawa Melalui Video Game

greenscene.cp.id

Judul Film           : Jumanji : Welcome to the Jungle

Sutradara            : Jake Kasdan

Penulis Naskah   : Scott Rosenberg Jeff Pinkner, Cris McKenna

Produser             : Mattew Tholmach, Ted Field, Willian Teitler, Mice Weber

Studio                : Columbia Pictures

Tanggal Rilis      : 22 Desember 2017

 

Jumanji : Welcome to the Jungle merupakan sebuah film asal Hollywood yang bergenre Action-Fantasi. Mencoba meramu permainan klasik menjadi lebih keren dan kekinian dengan mengubah board game menjadi video game. Tanpa harus menonton film pertamanya yang diproduksi pada tahun 1995, penonton disuguhkan dengan permainan alur yang menarik.

Jumanji : Welcome to the Jungle ini mengisahkan tentang sebuah permainan video yang sangat ajaib. Memiliki kekuatan yang dapat memasukan orang lain dari dunia modernistic kedalam permainan. Film dimulai pada tahun 1996 saat seorang remaja bernama Alex yang diperankan Nick Jonas menemukan papan permainan Jumanji. Sesampainya di rumah, ia tidak tertarik memainkannya dan sibuk bermain konsol video game. Pada malam harinya, secara ajaib Jumanji berubah menjadi kaset konsol. Dan membawa Alex dalam dunia game.

Selain Alex, ditahun yang berbeda juga terdapat empat remaja SMA yang menemukan Jumanji dan terjebak didalamnya. Ada Spencer Gilpin yang diperankan oleh Alex Wolf. Si gamers penakut yang dihukum karena membuat makalah untuk Fridge, Anthony “Fridge” Johnson teman sekolahnya. Fridge,   yang diperankan oleh Ser’Darius Blain juga dihukum karena meminta Spencer untuk mengerjakan makalahnya. Disamping itu ada juga Bethany Walker, si gadis cantik zaman now (karena tidak bisa jauh dari smartphone). Ia dihukum karena bermain smartphone saat sedang ujian. Terakhir, ada Martha Kaply (Morgan Turner) si gadis pemalu yang dihukum karena tidak mau mengikuti kelas olahraga.

Dalam permainannya, keempat tokoh avatar dewasa ini harus saling menjaga kekompakan diatas ego mereka masing-masing. Pasalnya, bukan hanya menyelamatkan nyawa perseorangan melainkan nyawa seluruh pemain. Dr. Braveston avatar dari Spenser, harus berbanding terbalik dengan dunia nyatanya sebagai gamers penakut. Selain berbadan kekar, Dr. Braveston dijadikan pemimpin utama karena dinilai mempunyai jiwa petualang yang tinggi. Jiwa kesatria dan Fridge juga menjadi sorotan dalam film ini. Menjadi seorang zoologist Moose Finbar sangat berperan menunjukan jalan dalam permainan, Martha menjadi komando dan ahli dance fight yang dapat mengelabuhi musuh hanya dengan tariannya. Bethany menjadi palentiolog dan ahli kartogafi Profesor Sheldon (Jack Black).

Film yang disutradarai oleh Sutradara Jake Kasdan memang piawai dalam mengemas konsep video game. Berbagai macam elemen ditampilkan dengan detail sehingga penonton merasa para karakter benar-benar masuk dalam Jumanji. Tengok saja ketika kehadiran para karakter pendamping yang bertingkah bak sistem komputer. Para pemain pengganti seolah piawai dalam memainnkan karakternya. Film yang berdurasi sekitar 1 jam 59 menit ini juga banyak mengandung pesan moral yang ingin disampaikan. Seperti bagaimana mereka memperlakukan nyawa saat beraksi, dan harus keluar dari zona aman demi menyelesaikan permainan.

Meski begitu, istilah-istilah dalam permainan game yang menggunakan sistem komputer menjadikan para penonton diajak untuk berpikir. Sehingga akan mengurangi kehitmatan dalam menonton. Selain itu, kelemahan terbesar lainnya dalam film Jumanji: Welcome to the Jungle adalah nuansa film yang kurang menggambarkan ide dasar permainan. Kemunculan para binatang justru tertutup oleh deretan aksi di hutan belantara.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>