Puisi, Sastra

Menjadi Sendiri

Photo by: elavationshealth.com

Dikala kau hadir.
Disaat itu pula terasa berubah.
Seperti ruang hampa yang tak lagi hampa.
Seperti sunyi yang tak lagi sunyi.
Namun keadaan seketika berubah.
Bagaikan langit biru menjadi abu.
Bagaikan terik kemudian deras.
Menghapuskan bayangan yang terpendam.
Menggugurkan harapan yang kemudian hilang.
Begitu sakit terasa.
Jiwa seolah menderita.
Ketika keadaan mengalahkan mimpi.
Ketika keadaan tak seperti apa yang diinginkan.
Dan ketika itu, hati berontak.
Tak mengerti harus berbuat apa.
Tak tahu harus bagaimana.
Ia ingin menyalahkan.
Tapi menyalahkan siapa ?
Hanya diri ini yang mengerti.
Hanya sendiri yang merasa.
Biarkan masa yang memperbaikinya.
Biarkan waktu yang mengubah segalanya.

 

Fuji Afifah Noor

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>