Artikel, Berita, Kampus, Unek-Unek

Mengulik Budaya di Desa Tombo, Batang

BATANG, lpmalmizan.com – Desa Tombo yang terletak di dataran tinggi Kecamatan Bandar Kabupaten Batang ini bukan hanya memiliki potensi alam yang menakjubkan seperti perkebunan teh, wiasta alam yang kini mulai berkembang seperti rumah pohon, juga desa ini memiliki potensi budaya yang bisa dikembangkan untuk mempromosikan wisatanya.

Disela-sela acara Leadership Training di area perkebunan teh milik PTPN tersebut, LPM AL-Mizan mencoba mengulik potensi yang ada di desa itu, mulai dari lingkungan, ekonomi, pendidikan, wisata dan juga budaya. Sama halnya dengan suku Jawa yang lain, masyarakat Desa Tombo juga mempunyai kebudayaan jawa yang terus dilestarikan seperti sedekah bumi, pagelaran wayang kulit, tarian kuntul dan juga budaya islam  seperti rebana.

Dasmui (60) salah satu warga yang menceritakan Desa Tombo mempunyai tradisi sedekah bumi sebagai wujud syukur atas hasil bumi yang melimpah. Biasanya sedekah bumi ini dilaksanakan pada bulan legeno dalam penanggalan jawa. Acara tersebut biasanya berbarengan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Nek damel sukuran bumi teng ngriki nggeh sering teng wulan legeno, coro kesenianane niku nanggep wayang. Biasane wonten teng daleme pak lurah nek mboten nggeh teng pertelon balaidesa, (kalau buat sedekah bumi disini seringnya dilaksanakan pada bulan legeno, untuk keseniannya itu pagelaran wayang. Biasanya ada di rumah pak lurah kalo tidak ya di pertigaan balai desa),” ungkapnya pada Al-Mizan Minggu(2/4).

Selain itu, Waryono (50) mengungkapkan Desa Tombo tak hanya ada sedekah bumi dan pagelaran wayang kulit, tapi ada budaya lain seperti tarian kuntul, kuda lumping dan rebana. Namun kesenian seperti kuda lumping sudah jarang ditampilkan.

“Untuk kebudayaan yang ada disini selain pagelaran wayang kulit ada juga tarian kuntul, tarian kuda lumping dan rebana,” katanya.

Waryono yang juga salah satu pengelola wisata rumah pohon menyayangkan beberapa peralatan kesenian kuda lumping sudah tak layak pakai, sehingga kesenian kuda lumping tidak ditampilkan lagi didesanya. Ia berharap akan ada perbaikan fasilitas kesenian kuda lumping, selain itu kedepan Desa Tombo bisa menyelenggarakan festival budaya untuk menarik wisatawan datang ke desanya.

Penulis : Ikhrom Khoerudin

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>